Sidorejo, 23 Februari 2025 – Suasana penuh semangat dan antusiasme terpancar dari wajah para peserta yang hadir dalam Train of Trainer (ToT) yang diselenggarakan atas kolaborasi antara KPARD (Komisi Pembinaan Anak dan Remaja Daerah) dan KPTD (Komisi Pembinaan Teologi Daerah) Majelis Daerah Besuki Barat. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para Pamong Anak dan Remaja serta Komisi Pembinaan Teologi Jemaat (KPTJ) untuk semakin diperlengkapi dalam pelayanan, khususnya bagi anak dan remaja berkebutuhan khusus.

Mengusung tajuk “Pelayanan Bagi Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus”, ToT ini menghadirkan narasumber berpengalaman, Kak Iyud dan Kak Riska dari GKJW Surabaya. Dalam sesi yang penuh wawasan dan inspirasi, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana membangun gereja yang inklusif, di mana setiap anak—tanpa terkecuali—dapat bertumbuh dalam iman dan mengalami kasih Tuhan secara nyata.
Tema yang diangkat dalam pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Gereja Ramah Anak, di mana gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang aman dan nyaman bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Harapannya, melalui pembekalan ini, para pamong dan KPTJ di setiap jemaat dapat bersinergi dengan Majelis Jemaat untuk mengembangkan pelayanan yang lebih holistik.

Tidak hanya sekadar memahami teori, tetapi para peserta juga didorong untuk mengimplementasikan wawasan yang diperoleh ke dalam pelayanan mereka masing-masing. Dengan demikian, gereja dapat semakin menjadi rumah bagi semua, mencerminkan kasih Kristus yang menerima setiap orang tanpa terkecuali.

Melalui Train of Trainer ini, langkah kecil telah dimulai, namun dampaknya dapat menjadi besar bagi masa depan gereja dan generasi penerusnya. Kiranya Tuhan terus menolong dan menuntun setiap pelayan-Nya dalam mewujudkan gereja yang inklusif dan penuh kasih.