Tujuh perwakilan Pemuda GKJW Jemaat Lumajang dan Tunjungrejo turut ambil bagian dalam kegiatan Kebangkitan Doa Pemuda yang diselenggarakan oleh KPAG (Komisi Pemuda dan Anak Antar Gereja) Kabupaten Lumajang pada Senin, 28 Oktober 2025 bertempat di Menorah Hall GBI ROCK Lumajang. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan diikuti oleh sekitar 65 peserta pemuda-pemudi lintas denominasi gereja di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dengan mengusung tema “Kebangkitan Doa Pemuda”, acara ini bertujuan menumbuhkan kembali semangat persatuan, kesatuan, dan kebangunan rohani di kalangan generasi muda Kristen lintas gereja. Tema tersebut menjadi panggilan bagi para pemuda untuk bangkit, bersatu, dan menjadi generasi yang menyalakan api doa di tengah tantangan zaman.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai denominasi, antara lain GPdI Wonorejo, GBI APJ, GBIS, GBI ROCK, GKJW Lumajang, GKJW Tunjungrejo, GPIB, GIA, dan GKT. Mereka datang dengan semangat kebersamaan, membawa satu kerinduan yang sama: agar generasi muda Kristen di Lumajang hidup dalam doa dan menjadi terang bagi masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan sukacita. Rangkaian acara dimulai dengan pujian dan penyembahan yang mengangkat suasana penuh sukacita rohani, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan dari berbagai gereja. Dalam sesi renungan, peserta diajak untuk menyadari bahwa doa bukan hanya sekadar rutinitas rohani, melainkan kekuatan yang dapat membangkitkan kembali semangat iman, kesatuan, dan pelayanan di kalangan pemuda Kristen.

Yang menarik, kegiatan Kebangkitan Doa Pemuda ini tidak hanya berlangsung di Lumajang, tetapi juga dilakukan secara serentak di 38 provinsi di Indonesia, 12 negara, dan 274 titik lokasi lainnya melalui platform Zoom Meeting. Momentum besar ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan kesatuan gereja Tuhan di seluruh dunia, di mana ribuan pemuda Kristen bersatu hati dalam doa pada waktu yang sama, memohon kebangkitan rohani bagi bangsa dan generasi muda.

Kehadiran perwakilan dari GKJW Jemaat Lumajang dan GKJW Tunjungrejo menjadi bentuk nyata dukungan terhadap gerakan doa lintas gereja ini. Para pemuda GKJW tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari tubuh Kristus yang turut membawa semangat ecumenical—semangat persaudaraan lintas denominasi yang saling mendukung dan memperkuat.
Melalui kegiatan ini, para pemuda diajak untuk memaknai Sumpah Pemuda secara rohani, yakni bersatu dalam iman kepada Kristus, memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, dan membangun generasi yang tangguh di tengah dunia yang terus berubah. Semangat doa diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pelayanan pemuda di Lumajang, agar mereka dapat menjadi pelopor perubahan positif di gereja, masyarakat, dan bangsa.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, KPAG Kabupaten Lumajang berharap agar semangat Kebangkitan Doa Pemuda tidak berhenti di satu momentum saja, melainkan terus menyala di kehidupan sehari-hari para pemuda Kristen. Seperti tema yang diusung, doa menjadi fondasi kebangkitan — kebangkitan iman, karakter, dan pelayanan bagi kemuliaan Tuhan.