Tunjungrejo, 5 September 2025 – GKJW Jemaat Tunjungrejo menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Pemuda se-Majelis Daerah (MD) Besuki Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi dalam Iman dan Sportivitas” yang diambil dari 1 Korintus 9:24–25, serta diikuti oleh perwakilan 10 pemuda-pemudi dari 11 jemaat di lingkup MD Besuki Barat.

Acara dibuka dengan sambutan dari PHMJ GKJW Jemaat Tunjungrejo yang diwakili oleh Pdt. Sutrijo. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antar-pemuda gereja. “Jadikanlah pekan olahraga ini sebagai momentum untuk saling mengenal, memperkuat persatuan, dan menunjukkan sportivitas,” ujarnya penuh semangat. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan persahabatan di atas segalanya. Sambutan tersebut disambut meriah dengan tepuk tangan seluruh peserta.
Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Ketua MD Besuki Barat, Pdt. Petrus Hari Santosa, yang mengajak para pemuda menjadikan ajang ini sebagai wadah pengembangan diri, bukan sekadar kompetisi. “Sportivitas adalah fondasi utama dari setiap pertandingan. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi persahabatan yang terjalin adalah hal yang paling berharga,” tuturnya. Ia juga menegaskan pentingnya kebersamaan dan kegembiraan selama kegiatan berlangsung.
Usai sambutan, dengan didampingi Pdt. Sutrijo dan jajaran panitia, Pdt. Petrus Hari Santosa secara resmi membuka Pekan Olahraga Pemuda se-MD Besuki Barat 2025. Suasana semarak terpancar dari tepuk tangan meriah seluruh peserta yang penuh antusias menyambut dimulainya kegiatan.
Kegiatan diawali dengan senam bersama dan foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan olahraga yang terbagi dalam empat cabang: voli, balap karung, balap bakiak, dan sepak bola mini. Menariknya, peserta dibagi secara acak dalam kelompok, sehingga tidak mewakili jemaat masing-masing. Hal ini bertujuan agar kegiatan benar-benar menjadi sarana kebersamaan dan keakraban lintas jemaat.

Pertandingan bola voli menjadi salah satu cabang yang paling meriah dalam rangkaian kegiatan ini. Lapangan yang sederhana namun penuh semangat itu dipadati peserta dan penonton yang saling memberi dukungan. Setiap servis, smash, dan teriakan penyemangat membuat suasana semakin riuh. Menariknya, karena peserta berasal dari tim acak, mereka harus cepat beradaptasi dengan rekan setim yang baru dikenalnya. Namun justru dari situ terlihat kekompakan yang tumbuh dengan cepat. Banyak gelak tawa muncul saat terjadi kesalahan kecil, namun semua itu tidak mengurangi semangat sportivitas yang ditunjukkan.

Sementara itu, lomba balap karung menghadirkan suasana penuh canda tawa. Para peserta dengan cekatan melompat-lompat di dalam karung menuju garis finis, meski tidak jarang terjatuh atau kehilangan keseimbangan. Sorakan dari penonton menambah keceriaan, bahkan sering kali peserta yang jatuh tetap tertawa dan bersemangat melanjutkan lomba. Balap karung benar-benar menjadi hiburan tersendiri yang memperlihatkan semangat kebersamaan, di mana kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan kegembiraan bersama yang dirasakan.

Tak kalah menarik adalah balap bakiak, yang menuntut kekompakan dan kerja sama antaranggota tim. Dengan menggunakan bakiak panjang, lima peserta harus melangkah seirama agar bisa mencapai garis akhir. Suasana semakin heboh ketika langkah tidak sinkron sehingga membuat tim terjatuh atau mundur kembali. Namun, bukannya kecewa, tawa justru pecah di antara peserta maupun penonton. Lomba ini menjadi gambaran nyata bahwa kekompakan hanya bisa tercapai jika setiap anggota mau mendengar, menyesuaikan diri, dan berjalan bersama-sama.

Cabang sepak bola mini menjadi penutup yang menambah semangat kompetisi. Meski ukuran lapangan lebih kecil, antusiasme peserta tak kalah besarnya. Setiap gol yang tercipta disambut dengan sorakan gembira dan tepuk tangan meriah dari penonton. Karena tim dibagi secara acak, setiap pemain berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya sembari membangun komunikasi yang hangat dengan rekan setim. Situasi penuh keceriaan terlihat jelas di lapangan, dengan banyak momen lucu sekaligus menegangkan yang membuat pertandingan terasa istimewa. Sepak bola mini ini tidak hanya menampilkan keterampilan bermain, tetapi juga memupuk rasa persaudaraan antar-pemuda lintas jemaat.

Perlombaan yang dikemas dengan nuansa fun tersebut membuat suasana semakin ceria dan penuh semangat. Pekan olahraga ini menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat patunggilan kan nyawiji di kalangan pemuda-pemudi GKJW, bukan sekadar karena hadiah, melainkan demi kebersamaan dalam iman dan sportivitas.