Sabtu, 8 Maret 2025 – Hari yang dinantikan akhirnya tiba! Open House Balewiyata yang diselenggarakan oleh IPTh Balewiyata yang kali ini dilaksanakan dalam lingkup wilayah Majelis Daerah Besuki Barat dan bertempat di GKJW Jemaat Jember berlangsung meriah dan penuh makna. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi seluruh peserta untuk lebih mengenal sejarah, nilai-nilai, dan peran gereja dalam kehidupan mereka. Runtutan acara yang terstruktur dengan baik membuat kegiatan ini berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Acara dimulai dengan kedatangan peserta di lokasi. Kurang lebih 129 peserta yang didominasi oleh pemuda pemudi tiba dengan antusias. Setelah registrasi, para peserta diajak masuk ke gedung gereja untuk mengikuti briefing awal. Dalam sesi ini, panitia menjelaskan tujuan dan alur acara secara detail, serta membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok ini memudahkan peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih teratur dan efektif.
Setelah briefing, peserta diarahkan menuju Balepamitran, tempat pagelaran dan pameran barang-barang serta benda-benda bersejarah diselenggarakan. Pagelaran ini dipandu dan dibekali langsung oleh para pemateri – pemateri yang kompeten dari Majelis Agung, yang dengan antusias berbagi pengetahuan tentang sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap benda yang dipamerkan. Ada lima post yang menyajikan lima tema berbeda, masing-masing dengan pesan dan makna yang unik:

Stand Foto-Foto Bersejarah: Peserta diajak menyusuri memori masa lalu melalui koleksi foto-foto yang merekam perjalanan gereja dari masa ke masa. Foto-foto ini tidak hanya menjadi bukti sejarah, tetapi juga mengingatkan akan perjuangan dan dedikasi para pendahulu.

Music Gerejawi: Di post ini, peserta diperkenalkan dengan kekayaan musik gerejawi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah dan kehidupan rohani. Mereka belajar tentang makna lagu-lagu rohani dan perannya dalam memperdalam iman.

Rapat dan Kewargaan: Post ini mengajak peserta memahami pentingnya rapat dan kewargaan dalam membangun komunitas gereja yang solid. Peserta diajak untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan gereja.

Pengajaran: Di sini, peserta diajak untuk menggali lebih dalam tentang ajaran-ajaran gereja yang menjadi pedoman hidup. Mereka belajar bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Relasi GKJW: Post terakhir ini mengajak peserta untuk memahami pentingnya menjalin relasi yang baik antarjemaat dan dengan gereja-gereja lain. Relasi yang harmonis menjadi kunci untuk membangun persatuan dan kerjasama.

Setelah menjelajahi kelima post, peserta kembali diajak ke dalam sesi diskusi. Kali ini, tema yang diangkat adalah pentingnya menjaga kebersihan bumi untuk kehidupan selanjutnya. Diskusi ini membuka mata peserta akan tanggung jawab mereka sebagai umat beriman untuk merawat dan melestarikan ciptaan Tuhan. Peserta diajak untuk merefleksikan tindakan-tindakan kecil yang dapat mereka lakukan sehari-hari demi menjaga kelestarian bumi.

“Dan yang juga keren banget, pesertanya yang kami gak kami sangka, ini adalah openhouse dengan peserta paling banyak sepanjang kami mengadakan openhouse balewiyata. Jadi terimakasih untuk antusiasme jemaat – jemaat untuk lebih mengenal GKJW dan balewiyata serta kemudian membangun harapan bersama” Kesan yang disampaikan oleh bapak Pendeta Gide dalam kesempatan wawancara

“Luar biasa sekali tentu harapannya terkait dengan adanya openhouse yang diadakan oleh balewiyata ini, anak anak muda semakin menganal GKJW sejarah GKJW semakin mencintai GKJW, dan bagi majelis jemaat yang mengikuti ini juga tau perkembangan GKJW dari zaman dulu sampai sekarang. Bahwa tadi dikatakan juga bahwa GKJW ini adalah gereja kontekstual, yang dimana GKJW selalu berupaya menyesuaikan diri mengikuti perkembangan zaman supaya mampu memenuhi kebutuhan pertumbuhan iman warga jemaatnya, sanagat luar biasa untuk kegiatan saat ini.” Kesan dan Pesan yang disampaikan oleh Ibu Pendeta Rena yang turut hadir sebagai salah satu pendeta di Majelis daerah Besuki Barat. Open House Balewiyata Majelis Daerah Besuki Barat ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menguatkan ikatan antarjemaat. Peserta pulang dengan wawasan baru, semangat yang segar, dan komitmen untuk lebih aktif berkontribusi dalam kehidupan gereja. Acara ini menjadi bukti bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi pertumbuhan rohani dan sosial seluruh jemaatnya. (Tim Multimedia Jember)
Mantapppp