Lumajang, 27 Oktober 2024 – Hari yang penuh makna dan kebahagiaan menyelimuti kegiatan Temu Kangen yang diselenggarakan oleh Komisi Pembinaan Adiyuswo (KPAY) GKJW Jemaat Sidomulyo di GKJW Jemaat Lumajang. Acara ini dimulai pada pukul 11.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 80 orang lansia dari GKJW Jemaat Sidomulyo yang datang dengan menggunakan bis. Suasana hangat dan meriah langsung terasa begitu para peserta tiba di GKJW Jemaat Lumajang, yang disambut dengan penuh antusias oleh warga setempat.
Setibanya di lokasi, para lansia disuguhkan berbagai hidangan snack yang telah dipersiapkan oleh warga lansia GKJW Jemaat Lumajang. Hidangan tersebut terdiri dari ketan, mbote, kopi, teh, dan berbagai camilan lainnya. Keceriaan dan kebersamaan terlihat jelas di wajah-wajah para peserta saat mereka menikmati hidangan sambil berbincang akrab. Momen ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang kehangatan relasi antarsesama, di mana mereka dapat bertukar cerita dan pengalaman.
Setelah sesi santap bersama, para lansia memasuki gedung gereja untuk mengikuti ibadah singkat yang dipandu oleh MC, Ibu Susi. Ibadah ini dirancang sederhana tetapi bermakna, memberikan kesempatan bagi para lansia untuk merenungkan kebersamaan dan pengalaman hidup mereka. Kegiatan ini sangat penting, mengingat banyak di antara mereka yang mungkin merasa kesepian atau terasing dalam rutinitas sehari-hari.

Ibadah dibuka dengan sambutan dari Ketua KPAY GKJW Jemaat Lumajang, Bapak Suryamodjo. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini telah direncanakan sekitar dua bulan sebelumnya. Namun, karena beberapa kendala teknis, acara ini baru bisa terlaksana hari ini. Beliau menggarisbawahi bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen jemaat untuk menjaga hubungan baik antar lansia dari berbagai jemaat di wilayah tersebut. “Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara ibu-ibu KPPW, adik-adik pemuda, dan Bapak-Bapak Gerbang Kasih. Kami berharap ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain,” ujar Bapak Sur.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini semula direncanakan untuk dilaksanakan di BUMPER Glagah Arum Senduro Lumajang. Namun, dengan mempertimbangkan beberapa hal teknis, lokasi acara dialihkan ke GKJW Jemaat Lumajang. Momen ini dianggap sangat penting, dan Bapak Sur berharap bahwa melalui kegiatan ini, para lansia dapat merasa lebih terhubung satu sama lain dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara mereka.
Setelah sambutan, ibadah dilanjutkan dengan pujian yang menyentuh, dibuka dengan doa oleh Ibu Sugesti. Doa ini menjadi pengantar bagi para peserta untuk menyiapkan hati dan pikiran mereka dalam menghadapi acara selanjutnya. Di tengah pujian, semua peserta tampak larut dalam suasana, dan momen tersebut menjadi momen refleksi bagi mereka.
Bapak Kuncoro, perwakilan dari KPAY GKJW Jemaat Sidomulyo, juga memberikan sambutan dalam sesi ibadah ini. Ia menyampaikan maksud dan tujuan acara ini, serta membagikan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh lansia di GKJW Jemaat Sidomulyo. Beberapa kegiatan tersebut termasuk ibadah rutin, latihan nyanyi, dan kegiatan sosial lainnya. Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari warga lansia GKJW Jemaat Lumajang. Setelah sambutan dilanjutkan pada kesempatan yang indah ada persembahan pujian dari warga Lansia GKJW Jemaat Sidomulyo, pujian ini menambah semangat bagi para peserta.

Doa firman dibawakan oleh Pdt. Christo dari GKJW Jemaat Sidomulyo, menambahkan kedalaman spiritual dalam acara tersebut. Dilanjutkan dengan Renungan singkat menjadi bagian berikutnya dalam ibadah ini, dipimpin oleh Pdt. Johny Sukohadi, Pendeta GKJW Jemaat Lumajang. Renungan diambil dari Kejadian 12:1-9, yang mengisahkan perjalanan Abraham. Dalam renungan tersebut, Pdt. Johny mengajak semua peserta untuk tidak merasa minder atau rendah diri menjadi lansia. Ia menekankan bahwa masa tua adalah sebuah perjalanan yang menarik dan penuh makna. “Seperti Abraham yang dipanggil untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan menjalani perjalanan yang penuh tantangan, kita pun diundang untuk melihat masa tua sebagai sebuah kesempatan baru untuk bertumbuh dan berkontribusi,” tegasnya.
Setelah renungan, keceriaan kembali mengisi ruangan dengan penampilan pujian dari warga lansia GKJW Jemaat Lumajang pephantan Bades dan GKJW Jemaat Sidomulyo pephantan Kota Blater. Suara merdu dan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta membuat suasana semakin hangat. Warga lansia dari kedua jemaat tidak segan untuk ikut berjoget dan menari, menunjukkan bahwa meskipun mereka telah berusia lanjut, semangat muda mereka masih menyala. Penampilan ini bukan hanya sebuah hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan yang kuat.

Acara ini dilanjutkan dengan penampilan duet yang menarik dari perwakilan warga lansia GKJW Jemaat Sidmolyo dan diakhiri dengan penampilan koor dari lansia GKJW Jemaat Lumajang. Setiap penampilan disambut dengan tepuk tangan meriah dari semua peserta, yang menunjukkan bahwa setiap usaha dan talenta yang ditampilkan dihargai dan diterima dengan baik.
Setelah ibadah singkat selesai, peserta diajak untuk menikmati makan siang. Makan bersama merupakan kesempatan bagi semua untuk berinteraksi lebih dekat. Setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan outbound ringan yang dirancang untuk semakin mengakrabkan para lansia. Berbagai lomba, seperti memindahkan karet gelang, memindahkan sarung, dan tebak lagu, diadakan untuk mengundang tawa dan semangat di antara para peserta. Para lansia terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti lomba-lomba tersebut. Kebersamaan dan keceriaan ini menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh kenangan indah.

Lomba-lomba ini tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara peserta. Keterlibatan dalam permainan dan aktivitas fisik ringan membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik para lansia. Mereka tampak gembira dan penuh energi, dan beberapa di antaranya bahkan mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih muda setelah mengikuti berbagai kegiatan ini.

Sebagai penutup, rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Momen ini menjadi simbol betapa pentingnya kegiatan seperti ini untuk menjalin kebersamaan dan memperkuat hubungan antar jemaat. Setiap peserta berpose dengan senyuman lebar, menciptakan kenangan yang akan diingat dan dibicarakan dalam waktu yang lama.

Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat berlanjut dan menjadi agenda rutin, sehingga warga jemaat di lingkup MD Besuki Barat dapat saling mengenal, memberikan semangat, dan berbagi kebahagiaan. Harapan ini didukung oleh semua peserta yang merasakan manfaat dari kegiatan ini, baik dalam hal spiritual maupun sosial. Kesempatan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan merayakan kebersamaan adalah hal yang sangat berharga, terutama bagi para lansia.
Dengan berakhirnya acara, semua peserta pulang dengan hati yang penuh sukacita, membawa kenangan indah dan harapan untuk bertemu kembali dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Semoga Temu Kangen KPAY GKJW ini tidak hanya menjadi acara sesaat, tetapi menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antar jemaat dan penciptaan komunitas yang saling mendukung dan menguatkan. (Humas KPPM-J Lumajang)
Untuk ingin mengetahui lebih jelas tentang keseruan kegitan ini bisa dilihat tayangan ulang di Youtube GKJW Jemaat Lumajang.